Minggu, 03 November 2013

Perang Batin

Gelap, merenung, terluka, kecewa, sendiri..
Memejamkan mata dan berpikir. Bertanya – Tanya dan menangis. Setiap malam, ya hampir setiap malam. Mencoba memahami diri sendiri, mencoba menerima segala kondisi yang telah terjadi, mencoba meraih kehidupan kembali. Siapa aku? Pentingkah? Siapa aku? Siapa aku? Siapa aku?
Tersedu saat semua rekaman kisah pilu terputar kembali secara otomatis. Ingin ku hentikan namun rekaman tersebut terlihat semakin jelas. Penyesalan menghantuiku, entah penyesalan seperti apa. Membuatku kembali bertanya siapa aku? Siapa aku? Siapa aku? Lantas kisahku ini membuatku marah kepada sang pencipta. Mengapa harus aku?
Aku menyalahkan seseorang yang harusnya tak pantas disalahkan. Aku menyakiti seseorang yang harusnya tak perlu ku sakiti. Aku dendam kepada seseorang yang harusnya tak perlu kubalaskan. Seakan terpenjara akan masa lalu, apapun yang kulakukan sekarang dan apa yang ia lakukan sekarang membuatku terluka. Karena rekaman masa lalu selalu muncul begitu saja. Aku ingin semua hilang, ya .. hilang.
Seseorang itu adalah salah satu orang yang penting dikehidupanku. Bukan ibu atau ayahku, bukan adikku bukan pula saudara-saudaraku. ia orang yang selalu kuharapkan ada selamanya, berdampingan denganku dan menjadi ayah untuk anak-anakku kelak. Tiada hari tanpanya. Sudah seperti teman, sahabat, saudara dan kekasih untukku. Mencintai dalam kerisauan, mencintai dalam kekecewaan.
Kini semua masalah menumpuk dalam pikiranku. Selintas terpikir aku ingin mati. Tapi aku tau bukan itu caranya. Aku selalu memohon dengan tangisan kepadanya untuk membawaku ke tempat hypnotherapy. Agar aku dapat di terhipnotis, dan diberi sugesti untuk melupakan semua yang mengganggu pikiranku saat ini. Namun seperti biasa, ia tak setuju. Orang lain tak akan pernah tau betapa hancurnya perasaan dan pikiranku saat ini. Hanya satu yang tahu, sang maha pencipta dan aku sempat melupakannya. Mungkin ini teguran untukku.

Kumatikan lampu kamar kost ku, dan mencoba untuk mengakhiri perang batin yang baru saja terjadi. Tengah malam selalu menjadi temanku sekarang.

(to be continue... )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar