Gelap, merenung, terluka, kecewa, sendiri..
Memejamkan mata dan berpikir. Bertanya – Tanya dan
menangis. Setiap malam, ya hampir setiap malam. Mencoba memahami diri sendiri,
mencoba menerima segala kondisi yang telah terjadi, mencoba meraih kehidupan
kembali. Siapa aku? Pentingkah? Siapa aku? Siapa aku? Siapa aku?
Tersedu saat semua rekaman kisah pilu terputar
kembali secara otomatis. Ingin ku hentikan namun rekaman tersebut terlihat semakin
jelas. Penyesalan menghantuiku, entah penyesalan seperti apa. Membuatku kembali
bertanya siapa aku? Siapa aku? Siapa aku? Lantas kisahku ini membuatku marah
kepada sang pencipta. Mengapa harus aku?
Aku menyalahkan seseorang yang harusnya tak
pantas disalahkan. Aku menyakiti seseorang yang harusnya tak perlu ku sakiti. Aku
dendam kepada seseorang yang harusnya tak perlu kubalaskan. Seakan terpenjara
akan masa lalu, apapun yang kulakukan sekarang dan apa yang ia lakukan sekarang
membuatku terluka. Karena rekaman masa lalu selalu muncul begitu saja. Aku ingin
semua hilang, ya .. hilang.
Seseorang itu adalah salah satu orang yang
penting dikehidupanku. Bukan ibu atau ayahku, bukan adikku bukan pula
saudara-saudaraku. ia orang yang selalu kuharapkan ada selamanya, berdampingan
denganku dan menjadi ayah untuk anak-anakku kelak. Tiada hari tanpanya. Sudah seperti
teman, sahabat, saudara dan kekasih untukku. Mencintai dalam kerisauan,
mencintai dalam kekecewaan.
Kini semua masalah menumpuk dalam pikiranku. Selintas
terpikir aku ingin mati. Tapi aku tau
bukan itu caranya. Aku selalu memohon dengan tangisan kepadanya untuk membawaku
ke tempat hypnotherapy. Agar aku dapat di terhipnotis, dan diberi sugesti untuk
melupakan semua yang mengganggu pikiranku saat ini. Namun seperti biasa, ia tak
setuju. Orang lain tak akan pernah tau betapa hancurnya perasaan dan pikiranku
saat ini. Hanya satu yang tahu, sang maha pencipta dan aku sempat melupakannya.
Mungkin ini teguran untukku.
Kumatikan lampu kamar kost ku, dan mencoba untuk
mengakhiri perang batin yang baru saja terjadi. Tengah malam selalu menjadi
temanku sekarang.
(to be continue... )